to rani
Masih tergiang suaramu
seolah ada luka yang tersembunyi dibalik senyummu
aku termangu memandangi binar-binar cahaya rembulan
bulatan warnanya yang akrab menentramkan jiwa kita
dengarlah, ran
hidup ini alangkah singkat
sesingkat malam berganti siang
sekejap tahun berganti abad
walau bunga-bunga cinta tak tumbuh dipadang ilalang
biarkanlah bunga itu tumbuh di kandang
meskipun ku tahu betapa kecut hatimu
yang berharap dari tahun ke tahun
untuk melepas rindu dengannya
tapi lihatlah, Ran
langit tersenyum melihatmu
bintang berkedip karena rindumu
bulan berbinar mendengar suaramu
bintang-bintang menoreh kearahmu
meskipun tak sempat tersentak ketika sebuah nama
diam-diam terisak.
Rani,
jika itu keputusanmu
ijinkanlah setitik dua titik air mata
membasahi matamu.
– celinne –