Paparan duka bosan tak menghantam
tamparan prahara acapkali menerjang
jiwaku lemah lumpuh laksana
hingga tersungkur diriku dihadapanNya
pusaran nestapa dengan kejamnya
menerjang, menghantam, dan menghajar
kucoba gapai harapan yang melayang disana
harapan indah yang berselimtkan semu
kucoba hentakkan tiap kehidupan menghantam
hidup yang samar tapi menyiksa
hidup yang indah tapi melara
bahkan hidup ,a,pu hilangkan karsa
di terendah sastra
kucoba selimtkan diri
selimut diri yang penuh keriangan
riangan yang ramai tapi mengena
di ambang rasa
kuhanya mampu teteskan luh soca yang merana
luh soca sebagi bukti
luh soca yang menghapus segala riakan benciku
– aq –
Posted by esa hilma on Desember 17, 2007 at 5:49 am
aku terharu
kala membaca goresanmu
aku terhanyut
dalam kata yang mengalir diatas asa
Posted by esa hilma on Desember 17, 2007 at 5:50 am
semoga Allah melindungi kita